Perengkahan Termal (Thermal Cracking) Campuran Oli Bekas Dan Minyak Jelantah Untuk Menghasilkan Bahan Bakar Minyak Sebagai Bahan Ajar Pada Mata Kuliah Kinetika Kimia

Amalia, Shintia Putri Perengkahan Termal (Thermal Cracking) Campuran Oli Bekas Dan Minyak Jelantah Untuk Menghasilkan Bahan Bakar Minyak Sebagai Bahan Ajar Pada Mata Kuliah Kinetika Kimia. Perengkahan Termal (Thermal Cracking) Campuran Oli Bekas Dan Minyak Jelantah Untuk Menghasilkan Bahan Bakar Minyak Sebagai Bahan Ajar Pada Mata Kuliah Kinetika Kimia.

[img]
Preview
Text
A1C112031-ARTIKEL.pdf - Published Version

Download (858kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Amalia, Shintia Putri. 2017. Perengkahan Termal (Thermal Cracking) Campuran Oli Bekas Dan Minyak Jelantah Untuk Menghasilkan Bahan Bakar Minyak Sebagai Bahan Ajar Pada Mata Kuliah Kinetika Kimia: Skripsi. Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi; Pembimbing (I) Nazarudin, S.Si, M.Si, Ph.D, Pembimbing (II) Afrida, S.Si, M.Si. Kata Kunci: Perengkahan Termal, Oli Bekas Dan Minyak Jelantah, Bahan Bakar Minyak. Oli bekas pada umumnya hanya digunakan untuk melumasi rantai motor dan tentu saja hal ini tidak efektif untuk memanfaatkan oli bekas. Adapun cara yang dilakukan dalam pemanfaatan oli bekas menjadi bahan bakar adalah dengan cara proses perengkahan (cracking). Akan tetapi, proses untuk perengkahan oli bekas sangat sulit, hal ini karena ikatan karbon dalam oli bekas yang panjang sehingga sulit dalam pemecahannya (cracking). Namun, bisa dilakukan dengan bahan bakar lain yang lebih encer seperti minyak tanah. Harga untuk membeli minyak tanah sendiri cukup mahal sehingga kurang efisien dalam pemanfaatannya. Untuk mengatasi hal ini diperlukan bahan bakar lain yang membantu dalam perengkahan oli bekas. Salah satu bahan bakar yang bisa dimanfaatkan adalah minyak jelantah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perengkahan termal (thermal cracking) campuran oli bekas dan minyak jelantah dapat menghasilkan bahan bakar minyak (BBM). Penelitian ini dilakukan menggunakan reaktor semibatch dengan laju alir nitrogen yang dijaga konstan yaitu 5 mL/menit. Ada tiga rasio yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu 0,5:1, 1:1, dan 1,5:1, dan tiga variasi suhu yaitu, 4000C, 4500C, dan 5000C. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa pada perengkahan termal pada rasio sampel 0,5:1 dengan suhu perengkahan 500oC dihasilkan cairan hasil perengkahan (CHP) lebih banyak yaitu sebesar 58,90% dibandingkan dengan rasio sampel yang lainnya. Sedangkan pada perengkahan katalitik didapat sebesar 34,2%. Berdasarkan analisa GC-MS produk perengkahan termal campuran oli bekas dan minyak jelantah yang dapat digolongkan kedalam fraksi bensin (C5-C10) sebanyak 5,84%. Untuk fraksi (C13-C17) yang merupakan minyak gas (diesel) sebanyak 0,23%. Sedangkan untuk fraksi minyak gas berat (C18-C25) sebanyak 1,72%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perengkahan termal campuran oli bekas dan minyak jelantah dapat berpotensi menghasilkan bahan bakar minyak (BBM).

Type: Article
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: SHINTIA PUTRI AMALIA
Date Deposited: 19 Jul 2017 04:48
Last Modified: 19 Jul 2017 04:48
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/1420

Actions (login required)

View Item View Item