KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DI DESA JERNIH KECAMATAN AIR HITAM KABUPATEN SAROLANGUN

Kurnia, Eni KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DI DESA JERNIH KECAMATAN AIR HITAM KABUPATEN SAROLANGUN. Biospesies. ISSN 1979-0902

[img]
Preview
Text
ARTIKEL ILMIAH ENI.pdf

Download (949kB) | Preview

Abstract

Kata Kunci: etnobotani, tumbuhan obat, desa jernih Desa Jernih merupakan desa yang terdapat di Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun yang berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD). Masyarakat yang hidup di Desa Jernih hingga saat ini masih menjunjung adat-istiadat dan tradisi secara turun temurun. Berbagai tradisi yang hidup di tengah masyarakat merupakan suatu kearifan dan di dalamnya tersimpan pengetahuan yang menjadi kekayaan bagi masyarakat lokal. Salah satu pengetahuan yang dimiliki adalah mengenai pemanfaatan tumbuhan yang berkhasiat obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan dan mendokumentasikan pengetahuan masyarakat Desa Jernih terkait dengan tumbuhan obat tersebut. Penelitian bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara (in-depth interview) terhadap narasumber/informan kunci, observasi partisipatif, dokumentasi, dan studi pustaka. Pemilihan responden dilakukan dengan snowball sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat 114 jenis dari 57 famili tumbuhan obat yang ada di Desa Jernih. Dari 57 famili terdapat 7 famili yang mendominasi yaitu Zingiberaceae 9 spesies (8%), Asteraceae 8 spesies (7%), Lamiaceae 6 spesies (5,2%), Piperaceae 5 spesies (4,3%), Euphorbiaceae, Verbenaceae, dan Rutaceae masing-masing 4 spesies (3,4%). Sedangkan bagian tubuh tumbuhan yang dominan digunakan sebagai obat adalah daun (62%). Cara pengolahan tumbuhan obat dilakukan dengan cara yang sederhana yaitu direbus, diremas, ditumbuk, digosok, dicincang, dilayur dengan api, dibarut, digulung, dilalap atau dimakan dan ada juga untuk mandi. Serta pengetahuan tentang tumbuhan obat umumnya didapatkan dari turun-temurun orang tua (44%), berguru (30%), dan pengalaman (26%). Setelah dilakukan penelitian ini diharapkan agar dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai tumbuhan obat termasuk kandungan senyawa kimianya sehingga tumbuhan obat dapat dibuktikan secara ilmiah. Selain itu perlu dilakukan pelestarian terhadap tumbuhan obat yang sudah mulai langka dan semakin langka yang ada di Desa Jernih dan kawasannya.

Type: Article
Subjects: Q Science > QK Botany
Depositing User: ENI KURNIA SARI
Date Deposited: 19 Jul 2017 03:34
Last Modified: 19 Jul 2017 03:34
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/1431

Actions (login required)

View Item View Item