Perengkahan Termal (Thermal Cracking) Campuran Sampah Plastik Jenis Polipropilena (PP) Dan Minyak Pelumas (Oli) Bekas Untuk Menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Sebagai Bahan Ajar Pada Mata Kuliah Kinetika Kimia

Purnama, Lisa Perengkahan Termal (Thermal Cracking) Campuran Sampah Plastik Jenis Polipropilena (PP) Dan Minyak Pelumas (Oli) Bekas Untuk Menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Sebagai Bahan Ajar Pada Mata Kuliah Kinetika Kimia. Perengkahan Termal (Thermal Cracking) Campuran Sampah Plastik Jenis Polipropilena (PP) Dan Minyak Pelumas (Oli) Bekas Untuk Menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Sebagai Bahan Ajar Pada Mata Kuliah Kinetika Kimia.

[img]
Preview
Text
A1C112014-ARTIKEL ILMIAH.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Perengkahan terhadap sampah plastik jenis polipropilena (PP) dan minyak pelumas (oli) bekas menjadi bahan bakar minyak sudah banyak dilakukan. Sehingga timbul gagasan baru yang menarik ntuk diteliti yaitu mengenai perengkahan termal terhadap campuran keduanya menghasilkan BBM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan BBM dari perengkahan termal campuran sampah plastik polipropilena dan oli bekas, mengetahui pengaruh rasio dan temperatur terhadap konversi cairan hasil perengkahan (CHP) termal, dan untuk menghasilkan bahan ajar pada mata kuliah kinetika kimia. Perengkahan termal dilakukan dengan tiga variasi rasio sampel sampah plastik polipropilena dan oli bekas yaitu 0,5:1, 1:1, dan 1,5:1 dan tiga variasi temperatur yaitu 400oC, 450oC, dan 500oC. Senyawa yang terkandung didalam CHP dianalisa secara GC-MS. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perengkahan termal campuran sampah plastik polipropilena dan oli bekas dapat menghasilkan senyawa dengan jumlah karbon <10 (kecil dari sepuluh) yang terdiri dari 85,7% 1-octanamine, N-methyl (C9H21N) dan carbamic acid (CH3NO2), dimana C9H21N merupakan bahan bakar minyak fraksi kerosin, dan bahan kimia lainnya seperti Acetic acid (C2H4O2). Sedangkan perengkahan dengan katalis H-USY menghasilkan 48,6 % fraksi bensin (C7-C12) dan 11,4 % fraksi kerosin (C13-C16). Konversi CHP termal tertinggi 42,95% diperoleh pada kondisi reaksi kedua yaitu pada rasio 0,5:1 dan temperatur 500oC dan konversi CHP termal terendah diperoleh pada kondisi reaksi pertama sebanyak 4,42 % yaitu pada rasio 0,5:1 dan temperatur 400oC. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perengkahan termal dan katalitik campuran sampah plastik polipropilena dan oli bekas berpotensi untuk dapat menghasilkan bahan bakar minyak dan bahan kimia lainnya. Konversi CHP termal tertinggi 42,95% diperoleh pada rasio 0,5:1 dan temperatur 500oC Kemudian, sebagai pemanfaatan hasil penelitian dihasilkan bahan ajar pada mata kuliah kinetika kimia pada materi mekanisme dan kinetika reaksi perengkahan termal dalam bentuk handout.

Type: Article
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: LISA PURNAMA
Date Deposited: 24 Jul 2017 01:31
Last Modified: 24 Jul 2017 01:31
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/1509

Actions (login required)

View Item View Item