Kajian Pengetahuan Lokal Masyarakat Nelayan Mengenai Rajungan dan Kepiting di Wilayah Pesisir Kelurahan Nipah Panjang I Tanjung Jabung Timur Jambi

Viana, Reti (2017) Kajian Pengetahuan Lokal Masyarakat Nelayan Mengenai Rajungan dan Kepiting di Wilayah Pesisir Kelurahan Nipah Panjang I Tanjung Jabung Timur Jambi. kajian Pengetahuan Lokal Masyarakat Nelayan Mengenai Rajungan dan Kepiting di Wilayah Pesisir Kelurahan Nipah Panjang I Tanjung Jabung Timur Jambi, 14. pp. 1-14.

[img]
Preview
Text
ARTIKEL ILMIAH ( RRA1C411021 ).pdf

Download (907kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Viana, R. 2017. Kajian Pengetahuan Lokal Masyarakat Nelayan Mengenai Rajungan dan Kepiting di Wilayah Pesisir Kelurahan Nipah Panjang I Tanjung Jabung Timur Jambi: Skripsi,Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Jambi, Pembimbing : (I) Ir. Bambang Hariyadi, M.Si., Ph. D (II) Dr. Afreni Hamidah, S.Pt., M.Si Kata Kunci:Pengetahuan Lokal, Nelayan, Rajungan, Kepiting Pengetahuan lokal nelayan mengenai kepiting dan rajungan dilihat dari empat dimensi yaitu; dimensi ekologi, penangkapan dan penggelolaan hasil tangkap, teknologi penangkapan, serta dimensi pemali (pantangan). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan lokal mengenai rajungan dan kepiting pada masyarakat nelayan di wilayah Pesisir Kelurahan Nipah Panjang I dilaksanakan pada bulan Septembar-Oktober 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptifkualitatif, dengan menggunakan pendekatan observasi untuk mempelajari secara mendalam tentang pengetahuan masyarakat nelayan tentang kepiting dan rajungan. Data pada penelitian ini diperoleh melalui teknik triangulasi yang meliputi, kuisioner, observasi, dan wawancara. Dari hasil penelitian pengetahuan nelayan tentang dimensi ekologi yaitu pada jenis kepiting dan rajungan dapat dilihat dengan mengamati warna atau corak pada karapas, model capit serta habitatnya. Jenis kepiting yang didapatkan 2 jenisyaitu; Scylla serrata, Scylla tranqueberica.Untuk rajungan ditemukan 2jenisyaitu; Portunus pelagicus, Charybdis feriata.keempat jenis tersebut termasuk kedalam Famili Portunidae. Untuk dimensi penangkapan dan hasil tangkap nelayan mengetahui dengan baik yaitu terllihat pada waktu pemasangan alat tangkap pada tempat-tempat yanng dipercaya terdapat banyak kepiting dan rajungan. Dalam menangkap kepiting nelayan menggunakan alat tangkap kait, bubu (perangkap), jaring pukat, serta bintor. Sedangkan untuk menangkap rajungan, nelayan menggunakan alat tangkap bubu lipat. Selanjutnya pada dimensi tradisi dan pemali (pantangan), pada tradisi sebelum maupun saat melaut nelayan mengetahuinya, seperti setelah beristirahat±sebulan, pada saat akan memulai melaut kembali nelayan akan menjatuhkan 1 telur ayam kampung dimuara sungai sambil membaca do’a Al-barzanji.Sedangkan pada pemali (pantangan) apabila sesuatu tertinggal dirumah nelayan tidak boleh kembali untuk mengambil barang yang tertinggal tersebut apabila hal tersebut dilanggar dipercayai akan mendatangkan musibah saat dilaut.Merujuk pada hasil temuan pengetahuan lokal nelayan Nipah Panjang I tersebut, maka diperlukan penelitian lanjutan untuk menciptakan model pengetahuan yang lebih baik melalui perpaduan antara pengetahuan lokal dan teknologi modern di bidang perikanan dengan pengetahuan lokal nelayan setempat, sehingga kedepannya pengetahuan ini dapat diaplikasikan dan dapat mendorong produktivitas nelayan di bidang penangkapan kepiting dan rajungan.

Type: Article
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
Depositing User: RETI VIANA
Date Deposited: 24 Aug 2017 09:13
Last Modified: 24 Aug 2017 09:13
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/1841

Actions (login required)

View Item View Item