PM.16. BEBERAPA ALASAN PENYEBAB TIMBULNYA KESULITAN GURU SMA DALAM MELAKSANAKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DI KOTA JAMBI

Syaiful, Syaiful (2009) PM.16. BEBERAPA ALASAN PENYEBAB TIMBULNYA KESULITAN GURU SMA DALAM MELAKSANAKAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DI KOTA JAMBI. Prosiding Seminar Nasinal Pembelajaran Matematika Sekolah. pp. 180-197. ISSN 978-979-16353-4-9

[img]
Preview
Text
prosidingsemnaspembejaranmat6des09-150518091901-lva1-app6891.pdf

Download (5MB) | Preview

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian desriptif yaitu penelitian untuk mengumpulkan data atau informasi mengenai suatu gejala apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Data penelitian dikumpulkan melalui angket. Jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup dan terbuka. Angket dibagikan kepada guru bidang studi matematika di SMA di Kota Jambi yang sudah melaksanakan KBK dan data diolah dengan menggunakan bantuan computer program SPSS for windows. Berdasarkan hasil analisis data dan hasil pembahasan bahwa kesulitan yang dialami guru bidang studi matematika dalam merencanakan pengajaran, dalam melaksanakan pengajaran dan melaksanakan evaluasi tergolong jarang mengalami kesulitan hal ini disebabkan karena perencanaan pengajaran bisa dibuat untuk satu atau dua kali pertemuan. Kesulitan yang dialami guru bidang studi matematika SMA Negeri di Kota Jambi dalam melaksanakan kerangka penilaian berbasis kelas dalam KBK juga tergolong jarang mengalami kesulitan, hal ini disebabkan karena sistem penilaian yang berbeda dengan sistem penilaian kurikulum sebelumnya kurikulum 1994. Pada kurikulum 1994 yang cenderungan membuat penilaian hanya dari sisi kognitif, kurikulum berbasis kompetensi juga menekankan kewajiban guru mengevaluasi aspek afektif dan psikomotor, model penilaian seperti ini masih menjadi kendala bagi guru dalam mengevaluasi terutama dalam kelas besar. Kesulitan lain yang dialami guru bidang studi matematika dalam menentukan siswa yang akan mengikuti remedial dan dalam menentukan bentuk kegiatan remedial, guru tergolong sering mengalami kesulitan, hal ini disebabkan karena kurangnya persiapan siswa untuk mengikuti pelajaran. Pada hal didalam kurikulum KBK siswa dituntut untuk dapat lebih aktif dalam proses belajar mengajar di kelas. Berdasarkan kesimpulan di atas maka secaca umum dapat ditarik kesimpulan bahwa guru bidang studi matematika SMA Negeri Kota Jambi mengalami kesulitan dalam melaksanakan pengajaran matematika yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi (KBK) tapi dengan tingkat kesulitan yang rendah. Rendahnya tingkat kesulitan yang dialami guru dalam melaksanakan KBK juga disebabkan karena adanya kebebasan guru dalam menentukan pendekatan, metode, serta teknik-teknik pengajaran yang akan digunakan dan kendala utama dalam melaksanakan KBK disebabkan juga adalah kurang tersedianya peralatan dan sarana penunjang untuk membantu mempermudah dalam pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar.

Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: SYAIFUL
Date Deposited: 13 Sep 2017 03:24
Last Modified: 13 Sep 2017 03:24
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/1909

Actions (login required)

View Item View Item