Potensi Regenerasi Tumbuhan Pasca Kebakaran di Hutan Pematang Damar Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi

amalia, cindy rizki (2017) Potensi Regenerasi Tumbuhan Pasca Kebakaran di Hutan Pematang Damar Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi. Biospesies. ISSN 1979-0902

[img] Text
abstrak.docx

Download (25kB)

Abstract

Abstrak Amalia, C.R. 2017. Potensi Regenerasi Tumbuhan Pasca Kebakaran di Hutan Pematang Damar Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi. Skripsi. Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, FKIP Universitas Jambi, Pembimbing: (1) Ir. Bambang Hariyadi, M.Si., Ph.D., (2) Dr. Upik Yelianti, M.S. Kata Kunci: potensi, regenerasi, tumbuhan. Kawasan Hutan Pematang Damar merupakan kawasan yang didominasi lahan gambut. Kemarau panjang menyebabkan lahan gambut kering sehingga mudah terbakar. Kekeringan mencapai puncaknya pada Juli 2015 dan menyebabkan terjadinya kebakaran di sebagian besar kawasan Hutan Pematang Damar. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian mengenai jenis-jenis tumbuhan yang dapat bertahan atau tumbuh kembali pasca kebakaran, terutama di kawasan yang kaya keanekaragaman hayati seperti Hutan Pematang Damar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekayaan jenis, kelimpahan, indeks nilai penting, indeks keanekaragaman, potensi regenerasi, dan potensi pengayaan jenis tumbuhan pasca kebakaran di Hutan Pematang Damar kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan petak bersarang yang mewakili tingkat semai, pancang, tiang, dan pohon. Jumlah petak yang digunakan pada tingkat pohon, tiang, pancang sebanyak 16 petak untuk masing masing ukuran. Sedangkan, untuk tingkat semai adalah 32 petak dan disebar secara random sampling berdasarkan tutupan lahan Hutan Pematang Damar. Sampel tumbuhan yang diambil selanjutnya dijadikan herbarium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekayaan jenis yang ditemukan pada seluruh petak penelitian adalah 52 jenis terdiri dari 32 famili dan 47 genus. Kelimpahan jenis tertinggi dijumpai pada tingkat semai dengan nilai kelimpahan 35312 individu per ha, tingkat pancang 1450 individu per ha, tingkat tiang 112 individu per ha, dan tingkat pohon 52 individu per ha. Tumbuhan yang memiliki nilai INP lebih tinggi dibanding yang lain baik untuk tingkat pohon, tiang, pancang, maupun semai didominasi oleh tiga jenis tumbuhan yaitu: Nauclea officinalis Merr. & Chun, Ficus auriculata Lour, Stenochlaena paluptris (Brume.f) Bedd dan Cyperus sp. Nilai indeks keanekaragaman tumbuhan di setiap tingkatan memiliki nilai masing-masing sebagai berikut: tingkat pohon 2,25 (kategori sedang), tingkat tiang 1,96 (kategori rendah), tingkat pancang 3,18 (kategori tinggi), dan tingkat semai 3,66 (kategori tinggi). Kriteria keberhasilan potensi regenerasi kawasan berada pada kategori baik dengan nilai persentase keberhasilan potensi regenerasi 58%. Potensi pengayaan jenis pohon termasuk dalam kategori sedang dengan nilai persentase 41,6%.Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber referensi pengelolaan kawasan konservasi lahan gambut, khususnya kawasan hutan Pematang Damar.

Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: CINDY RIZKI AMALIA
Date Deposited: 29 Sep 2017 01:00
Last Modified: 29 Sep 2017 01:00
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/2017

Actions (login required)

View Item View Item