SYAIR PEREMPUAN YANG BUDIMAN; KAJIAN STRUKTURAL-SEMIOTIK

JANNA, NUR PEHATUL (2017) SYAIR PEREMPUAN YANG BUDIMAN; KAJIAN STRUKTURAL-SEMIOTIK. SYAIR PEREMPUAN YANG BUDIMAN: KAJIAN STRUKTURAL - SEMIOTIK. (Unpublished)

[img] Text
I1B113019 NUR PEHATUL JANNA.docx

Download (34kB)

Abstract

SYAIR PEREMPUAN YANG BUDIMAN KAJIAN STRUKTURAL-SEMIOTIK Nur Pehatul1) Warni2) Sovia2) 1) Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Jambi 2) Dosen Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Jambi Email: nurfeha01@gmil.com ABSTRAK Naskah Syair Perempuan yang Budiman merupakan salah satu bentuk atau cara penyair untuk menyebarkan agama Islam dengan media dakwah yang disampaikan melalui tokoh Siti Pertasalam dan nabi Muhammad. Tokoh Siti merupakan sosok seorang gadis yang ingin mengetahui hak dan kewajiban seorang perempuan setelah menikah yang dijalankan sesuai dengan ajaran-ajaran dan ketentuan agama Islam. Sementara, nabi Muhammad berperan sebagai tokoh yang menguatkan ajaran Islam tersebut dengan caranya menyampaikan hak dan kewajiban seorang perempuan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk alih aksara dari aksara Arab-Melayu ke aksara Latin, bagaimana unsur yang membangun SPB yang dilihat dari struktur naratif dan hubungan antarunsurnya, dan bagaimana makna-makna yang dilihat dari aspek semiotic yang meliputi ikon, indek, dan symbol. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan alih aksara Arab-Melayu ke aksara Latin, mendeskripsikan struktur naratif dan hungan antarunsurnya, serta mendeskripsikan makna tanda dari aspek ikon, indeks, dan symbol. Metode yang digunakan dalam analisis ada tiga macam, yaitu metode dengan edisi standar dan metode dengan pendekatan struktural-semiotik. Edisi standar ini digunakan untuk menggarap naskah dalam lingkup kajian ilmu filologi, structural, dan semiotic. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini memperlihatkan struktur naratif yang tediri dari tema, tokoh, alur, latar, dan amanat memiliki kapasitas menciptakan kesinambungan untuk membentuk teks SPB secara utuh. Hubungan antarunsur struktur naratifnya merupakan medium untuk mengungkapkan isi atau pesan kepada pembaca dan pendengar. Kemudian pemaknaan yang dilakukan terhadap SPB yang dipresentasikan melalui ikon, indeks, dan simbol menggambarkan tentang pertanggungjawaban seorang hamba (perempuan) terhadap tugas dan tanggungjawabnya terhadap suami selama hidup di dunia yang konsekuensinya adalah pembalasan terhadap segala perbuatannya tersebut. Kata kunci: struktural-semiotik, naskah syair

Type: Article
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Depositing User: NUR PEHATUL JANNA
Date Deposited: 18 Oct 2017 03:41
Last Modified: 18 Oct 2017 03:41
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/2216

Actions (login required)

View Item View Item