MASTERPLAN PENGEMBANGAN KAWASAN PETERNAKAN SAPI POTONG PROVINSI JAMBI

Novra, Ardi and Adriani, Adriani (2015) MASTERPLAN PENGEMBANGAN KAWASAN PETERNAKAN SAPI POTONG PROVINSI JAMBI. Project Report. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi, Jambi.

[img]
Preview
Text
Masterplan_Kawasan Integrasi Program SPR.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Text
Ardi_Novra_Masterplan_Pengembangan_Kawasan_Peternakan_Sapi_Potong_Provinsi_Jambi_Draft_ - Cover Image

Download (422kB)
Official URL: https://www.academia.edu

Abstract

Perubahan arah kebijakan pembangunan peternakan dalam Kabinet Kerja dari pencapaian swasembada daging menjadi pemenuhan kecukupan produk asal ternak. Pembangunan peternakan nasional yang tidak hanya fokus pada komoditas sapi/kerbau tidak serta merta menurunkan komitmen pemerintah daerah dalam akselerasi produksi melalui peningkatan produktivitas dan pengembangan populasi ternak sapi. Perubahan pendekatan pembangunan yang mengarah pada pengembangan kawasan peternakan sebagai langkah awal menuju Sentra Peternakan Rakyat (SPR). Pengembangan kawasan peternakan diharapkan mampu mendukung konsolidasi diantara peternak rakyat dalam Program SPR dengan minimal jumlah sapi 1.000/SPR. Sesuai target yang telah ditetapkan Dirjend PKH (Peternakan dan Kesehatan Hewan) bahwa pada tahun 2018 ditargetkan 1.000 SPR dan saat ini sudah ada 253 SPR. Pada program SPR juga akan didorong adanya kemitraan antara peternak yang memiliki sapi indukan dengan pemodal dalam kurun waktu sekitar 52 bulan sehingga disebut Kemitraan 52. Selama proses kemitraan, pemodal menyediakan dana perbulan kepada peternak dengan nilai rata-rata Rp 400.000 untuk biaya pemeliharaan plus Rp 200.000 untuk asuransi ternak, perkawinan dan pemenuhan kebutuhan gizi. Pemerintah sebagai fasilitator memberikan jaminan kelancaran kemitraan melalui program pembinaan, penyediaan infrastruktur produksi dan jasa layanan kesehatan. Agar investasi kemitraan menarik dan mampu menjamin keamanan investasi maka salah satu syarat adalah usaha peternakan sapi potong harus dikelola secara profesional. Mendorong bertumbuhnya peternak rakyat yang profesional membutuhkan pengerahan sumberdaya lebih intensif dengan cara mengoptimalkan potensi sumberdaya yang ada secara fokus pada suatu kawasan peternakan.

Type: Monograph (Project Report)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Social Sciences
Depositing User: ARDI NOVRA
Date Deposited: 06 Feb 2017 07:19
Last Modified: 06 Feb 2017 07:19
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/244

Actions (login required)

View Item View Item