PENGARUH EKSTRAK KULIT BUAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca var. bluggoe) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans SEBAGAI BAHAN PENGAYAAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

agnesia, bella (2017) PENGARUH EKSTRAK KULIT BUAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca var. bluggoe) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans SEBAGAI BAHAN PENGAYAAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI. PENGARUH EKSTRAK KULIT BUAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca var. bluggoe) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans SEBAGAI BAHAN PENGAYAAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI. pp. 1-11.

[img] Text
ARTIKEL.docx

Download (472kB)

Abstract

Kulit buah pisang kepok (M. paradisiaca var. bluggoe) merupakan limbah dari produk olahan buah pisang kepok yang belum banyak pemanfaatannya dan biasanya digunakan untuk makanan ternak. Namun pada kulit buah pisang kepok ini mengandung senyawa alkaloid, triterpenoid dan flavonoid yang bisa digunakan sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi yang optimal dari ekstrak kulit buah pisang kepok dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans yang merupakan salah satu jamur penyebab penyakit kandidiasis serta untuk mengetahui senyawa golongan apa saja yang terkandung dalam kulit buah pisang kepok. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode difusi cakram. Diameter zona hambat terhadap pertumbuhan C. albicans diketahui dengan menganalisis secara statistik menggunakan sidik ragam (ANOVA), apabila berpengaruh dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5% dan uji fitokimia berdasarkan pada perubahan warna atau endapan yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah pisang kepok berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur C. albicans yang dapat dilihat dari zona hambat yang terbentuk. Perlakuan kontrol positif terbentuk zona hambat terbesar yaitu 18 mm, pada perlakuan kontrol negatif tidak terbentuk zona hambat. Konsentrasi 80% terbentuk zona hambat 12,5 mm yang tidak berbeda nyata dengan konsentrasi lainnya yaitu ekstrak 60% sebesar 10 mm dan 40% sebesar 11 mm. Sedangkan perlakuan ekstrak dengan konsentrasi 20% terbentuk zona hambat 8,5 mm yang berbeda nyata dengan perlaukan konsentrasi 40%, 60% dan 80%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa ekstrak kulit buah pisang kepok berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur C. albicans dan konsentrasi yang optimal dalam menghambat pertumbuhan jamur C. albicans adalah konsentrasi 80%. Dari hasil penelitian perlu dilakukan uji klinis untuk mengetahui efek antimikroba dari ekstrak kulit buah pisang kepok sebagai antimikroba. Kata Kunci: Candida albicans, Kulit Pisang Kepok, antimikroba, zona hambat

Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: Bella Agnesia
Date Deposited: 27 Nov 2017 03:43
Last Modified: 27 Nov 2017 03:43
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/2487

Actions (login required)

View Item View Item