PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK KULIT BUAH KAKAO (Theobrema cacao L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans SEBAGAI BAHAN PENGAYAAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

Tarwiyah, Fathonah (2012) PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK KULIT BUAH KAKAO (Theobrema cacao L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans SEBAGAI BAHAN PENGAYAAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI. Aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Escherichia coli, Bacillus subtilis, dan Staphylococcus aureus, 80 (2). pp. 77-84.

[img] Text
Artikel.pdf

Download (436kB)

Abstract

Provinsi Jambi merupakan salah satu provinsi yang memiliki tingkat produktivitas kakao yang cukup tinggi. Saat panen, petani hanya memanen biji kakao dan menghasilkan limbah kulit buah kakao yang belum dimanfaatkan secara optimal. Namun kulit buah kakao mengandung senyawa fitokimia yang berguna sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak kulit buah kakao terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans, mengetahui konsentrasi optimal ekstrak kulit buah kakao dalam menghambat pertumbuhan S. mutans dan mengetahui jenis senyawa fitokimia yang terkandung dalam kulit buah kakao. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 macam perlakuan, yaitu kontrol positif (Amoxicillin 5%), kontrol negatif (Aquades), ekstrak kulit buah kakao konsentrasi 25%, 45%, 65% dan 85%. Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan apabila terdapat pengaruh dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%, sedangkan uji fitokimia dilihat berdasarkan perubahan warna yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah kakao berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri S. mutans. Kontrol positif (Amoxicillin 5%) merupakan zona hambat terbesar yaitu 25 mm, konsentrasi ekstrak 25%, 45%, 65% dan 85%. Konsentrasi 85% dengan zona hambat sebesar 21 mm berbeda nyata dengan kontrol negatif, konsentrasi ekstrak 25%, 45%,65%. Konsentrasi 65% dengan zona hambat sebesar 18 mm berbeda nyata dengan kontrol negatif dan konsentrasi 25%, 45% dan konsentrasi 45% dengan zona hambat sebesar 15,25 mm berbeda nyata dengan konsentrasi 25% dengan zona hambat sebesar 12,25 dan kontrol negatif yang tidak memiliki zona hambat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah kakao berpengaruh terhadap pertumbuhan S. mutans, konsentrasi kulit buah kakao optimal dalam menghambat pertumbuhan S. mutans yaitu konsentrasi 85%, senyawa fitokimia yang terkandung dalam kulit kakao yaitu alkaloid, flavonoid, steroid dan saponin. Dari hasil penelitian disarankan kulit buah kakao digunakan sebagai antibakteri dalam pengobatan tradisional, perlu dilakukan pengujian terhadap masing-masing senyawa fitokimia sebagai antibakteri, dan dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaplikasian obat kumur yang mengandung ekstrak kulit buah kakao.

Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: FATHONAH TARWIYAH
Date Deposited: 28 Nov 2017 07:51
Last Modified: 28 Nov 2017 07:51
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/2494

Actions (login required)

View Item View Item