VARIASI DAN REKONSTRUKSI FONOLOGIS ISOLEK KERINCI: STUDI DIALEKTOLOGI DIAKRONIS DI KECAMATAN BUKIT KERMAN

Afria, Rengki (2017) VARIASI DAN REKONSTRUKSI FONOLOGIS ISOLEK KERINCI: STUDI DIALEKTOLOGI DIAKRONIS DI KECAMATAN BUKIT KERMAN. Genta Bahtera: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan, 3 (1). pp. 107-120. ISSN 2503 - 2135

[img] Text
Rengki Afria_dialekt.pdf - Published Version

Download (469kB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis perbedaan-perbedaan kecil dalam sebuah dialek/bahasa dengan teori dialektologi. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan variasi-variasi fonologis, merekonstruksi fonologis, menjelaskan inovasi dan retensi yang terdapat pada isolek Pulaupandan, Pengasi dan Muak. Penelitian deskriptif ini bersifat sinkronis dan diakronis dengan pendekatan secara kualitatif-kuantitatif. Metode Pengumpulan data menggunakan metode cakap dan metode simak. Analisis data menggunakan metode padan fonetis artikulatoris dengan teknik pilah sebagai teknik dasar serta teknik hubung banding sebagai teknik lanjutan, sedangkan untuk menentukan status kebahasaan dan persentase kekerabatan digunakan metode dialektometri. Penyajian hasil analisis data digunakan metode formal dan metode informal. Berdasarkan hasil analisis sinkronis ditemukan variasi-variasi bunyi, yakni [a], [aɁ], [i], [u], [e], [ә], [o], [oɁ], [aw], [ew], [iy], [p], [b], [t], [k], [g], [m], [n], [ŋ], [ɲ], [s], [d], [h], [Ɂ], dan [l] dalam beberapa posisi. Berdasarkan hasil analisis diakronis ditemukan fonem PIBK dari hasil proses rekonstruksi protobahasa pada posisi tertentu. Fonem tersebut berupa enam fonem vokal dua gugus bunyi, yaitu vokal */i/, */u/, */e/, */ә/, */o/ dengan luncuran gugus bunyi /oɁ/, dan */a/ dengan meluncurkan gugus bunyi /aɁ/ ; tujuh diftong */aw/, */ow/, */ew/, */iw/, */uw/ dan */iy/, */әy/ dan sembilan belas fonem konsonan */p/, */b/,*/t/, */k/, */g/, */m/, */n/, */ŋ/, */ɲ/, */s/, */d/, */h/, */Ɂ/, */l/, */r/, */j/, */c/, */w/, dan */y/. Inovasi fonologis yang ditemukan berdasarkan kaidah perubahan bunyi, seperti: 1) metatesis; 2) afaresis; 3) pemecahan vokal; 4) apokop; dan 5) sinkop. Berdasarkan bukti-bukti sinkronis dan diakronis dengan menggunakan metode dialektometri serta hasil analisis data yang didapatkan di lapangan, IPp dinyatakan sebagai titik pengamatan yang masih mempertahankan isoleknya (konservatif). Kata Kunci: variasi, rekonstrusi, fonologi, dialektologi

Type: Article
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Humanities
Depositing User: RENGKI AFRIA
Date Deposited: 04 Dec 2017 01:00
Last Modified: 04 Dec 2017 01:00
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/2510

Actions (login required)

View Item View Item