ENGARUH EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP ZONA HAMBAT BAKTERI Escherichia coli SEBAGAI MATERI PENGAYAAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI TERAPAN

Yundari, Meri ENGARUH EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP ZONA HAMBAT BAKTERI Escherichia coli SEBAGAI MATERI PENGAYAAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI TERAPAN. JURNAL ENGARUH EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP ZONA HAMBAT BAKTERI Escherichia coli SEBAGAI MATERI PENGAYAAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI TERAPAN.

[img] Text
SKRIPSI MERI YUNDARI.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Meri, Yundari. 2018. Pengaruh Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Zona Hambat Bakteri Escherichia coli Sebagai Materi Pengayaan Praktikum Mikrobiologi Terapan: Skripsi, Jurusan Pendidikan Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, FKIP Universitas Jambi, Pembimbing: (I) Retni S. Budiarti, S.Pd., M.Si., (II) Dr. Dra. Upik Yelianti, M.S. Kata Kunci: escherichia coli, kulit bawang merah, zona hambat Kulit bawang merah (A. ascalonicum L.) merupakan limbah dari umbi bawang merah yang tidak terpakai. Di Provinsi Jambi limbah kulit bawang merah dapat dijumpai di pasar-pasar tradisional dan tempat penampungan bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi yang optimal dari ekstrak kulit bawang merah (A. ascalonicum L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli, serta untuk mengetahui sifat aktivitas senyawa yang terkandung dalam kulit bawang merah (A. ascalonicum L.). penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan ekstrak kulit bawang merah. Chloramphenicol 10% sebagai kontrol positif, dan konsentrasi ekstrak kulit bawang merah adalah 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Diameter zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri E. coli diketahui dengan menganalisis secara statistik menggunakan sidik ragam (ANOVA), apabila pengaruh perlakuan maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5 %. Uji fitokimia berdasarkan pada perubahan warna atau endapan yang terbentuk. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit kulit bawang merah (A. ascalonicum L.) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Rata-rata zona hambat bervariasi yaitu 11,75 mm sampai 25 mm. Perlakuan kontrol positif (Chloramphenicol 10%) merupakan zona hambat terbesar yaitu 25 mm berbeda nyata dengan perlakuan lainnya yaitu konsentrasi ekstrak 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Konsentrasi 100% dengan zona hambat sebesar 20 mm juga berbeda nyata dengan konsentrasi lainnya yaitu ekstrak 20%, 40%, 60%, dan 80%. Konsentrasi ekstrak 20% menunjukkan diameter rata-rata 11,75 mm berbeda nyata dengan perlakuan konsentrasi 40%, 60%, dan 80%. Sedangkan perlakuan konsentrasi 40% tidak berbeda nyata dengan perlakuan konsentrasi 60% dan 80%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit bawang merah (A. ascalonicum L.) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan konsentrasi kulit bawang merah yang optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah konsentrasi 20%. Sifat aktivitas senyawa yang terkandung di dalam kulit bawang merah (A. ascalonicum L.) dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% termasuk dalam kategori kuat. Dari hasil penelitian ini disarankan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan konsentrasi ekstrak kulit bawang merah (A. ascalonicum L.) yang optimal dalam menghambat uji ambang batas E. coli dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap ekstrak kulit bawang merah (A. ascalonicum L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri lainnya.

Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: MERI YUNDARI
Date Deposited: 24 Sep 2018 04:13
Last Modified: 24 Sep 2018 04:13
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/5475

Actions (login required)

View Item View Item