PERISTIWA TUTUR, CAMPUR KODE, DAN ALIH KODE ANTARA PEDAGANG DAN PEMBELI DI PASAR TANJUNG BAJURE KOTA SUNGAI PENUH

Afria, Rengki (2016) PERISTIWA TUTUR, CAMPUR KODE, DAN ALIH KODE ANTARA PEDAGANG DAN PEMBELI DI PASAR TANJUNG BAJURE KOTA SUNGAI PENUH. Genta Bahtera, 2 (1). pp. 52-60. ISSN 2503-2135

[img] Text (PERISTIWA TUTUR, CAMPUR KODE, DAN ALIH KODE ANTARA PEDAGANG DAN PEMBELI DI PASAR TANJUNG BAJURE KOTA SUNGAI PENUH)
Jurnal.doc - Published Version

Download (107kB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa sajakah dan bagaimanakah bentuk Peristiwa Tutur, Campur Kode, dan Alih Kode antara Pedagang dan Pembeli di Pasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh. Suatu peristiwa tutur harus memenuhi delapan komponen, yang apabila huruf-huruf pertamannya dirangkaikan menjadi akronim SPEAKING. Kedelapan komponen tersebut adalah:S (= Setting and scene), P (=Participants) E (= Ends : Purpose and goal), A (= Act sequences), K (= Key : tone or spirit of act), I (= Instrumentalities), N (=Norms of Interaction and interpretation), G (= Gennres). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Data yang diambil adalah data yang bersumber dari sumber lisan. Metode penyediaan data adalah metode cakap dan metode simak. Analisis data menggunakan metode padan. Hasil analisis data terdapat bahwa campur kode dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti; faktor lingkungan, kebiasaan pemakai bahasa, menggunakan bahasa asing atau daerah beserta variasinya, terbatasnya kosa kata dalam bahasa Indonesia, serta kurangnya kesadaran pemakai bahasa dalam menggunakan bahasa Indonesia. Alih kode digunakan secara sengaja atau secara sadar. Hal ini dikarenakan alih kode sebagian besar digunakan untuk menghormati lawan bicara dan ingin membuat percakapan tersebut menjadi lebih mendalam. Berbeda dengan campur kode. Sebagian besar peristiwa campur kode dilakukan seseorang secara tidak sengaja atau tidak sadar. Hal ini dikarenakan sikap kemultibahasaan orang tersebut yang membuat ia mecampur beberapa frase bahasa asing ke bahasa asli. Walaupun begitu, peristiwa campur kode juga dapat dilakukan dengan sengaja, yakni karena alasan akademis, keterbatasan istilah dalam bahasa asli dan sebagainya

Type: Article
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Humanities
Depositing User: RENGKI AFRIA
Date Deposited: 07 Mar 2017 06:07
Last Modified: 07 Mar 2017 06:07
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/550

Actions (login required)

View Item View Item