PEMBERHENTIAN NOTARIS DENGAN TIDAK HORMAT AKIBAT DINYATAKAN PAILIT

Foresta, Alfin (2017) PEMBERHENTIAN NOTARIS DENGAN TIDAK HORMAT AKIBAT DINYATAKAN PAILIT. Masters thesis, UNIVERSITAS JAMBI.

[img] Text
jurnal_alfin_foresta.docx

Download (50kB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui dan menganalisis apakah yang menjadi alasan Notaris dapat diberhentikan dengan tidak hormat dari jabatannya. 2. Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimanakah kepailitan terhadap Notaris dapat dijadikan alasan pemberhentian dengan tidak hormat sebagaimana yang diatur dalam Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris. Adapun rumusan masalah dari penulisan ini yaitu: 1 Apakah yang menjadi alasan Notaris dapat diberhentikan dengan tidak hormat dari jabatannya. 2. Bagaimanakah kepailitan terhadap Notaris dapat dijadikan alasan pemberhentian dengan tidak hormat sebagaimana yang diatur dalam Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris. Adapun teori yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu teori disiplin, teori kepailitan dan teori validitas. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu: 1. Alasan pemberhentian Notaris dengan tidak hormat sesuai dengan Pasal 12 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris, yaitu apabila: dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap; berada dibawah pengampuan secara terus-menerus lebih dari 3 (tiga) tahun; Melakukan perbuatan yang merendahkan kehormatan dan jabatan Notaris; atau melakukan pelanggaran berat terhadap kewajiban dan larangan jabatan. Notaris sebagai pejabat umum dan diberikan kewenangan secara atributif oleh undang-undang menyebabkan sebagian kedudukannya ada pada lingkup hukum administrasi negara. Dalam melakukan tindakan hukum tersebut, maka pengawasan, pemeriksaan dan penjatuhan sanksi terhadap Notaris dilakukan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. 2. Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris tidak memberikan penjelasan secara terperinci perihal Notaris yang dinyatakan pailit tersebut, apakah Notaris tersebut dipailitkan dalam jabatannya, atau sebagai orang pribadi. Penjatuhan sanksi administrasi berupa pemberhentian secara tidak hormat bertentangan dengan prinsip dasar dan akibat hukum kepailitan yang diatur dalam Undang-Undang Kepailitan. Sebagaimana diatur dalam Pasal 21 sampai dengan Pasal 40 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan, kepailitan hanya meliputi penguasaan dan pengurusan terhadap harta kekayaan debitor pailit. Maka dengan ini, apabila dikaitkan dengan teori kepailitan, Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan telah memberikan penjelasan secara terperinci mengenai pihak-pihak yang dapat dinyatakan pailit, dan apa akibat-akibat hukum dari keputusan pailit tersebut, dan dari penelitian yang penulis lakukan terhadap bahan-bahan hukum yang berisi aturan-aturan yang bersifat normatif yang berhubungan dengan kepalitan dan bahan hukum lain yang berhubungan dengan penelitian yang penulis lakukan tidak ditemukan bahwa akibat dari kepailitan menyebabkan seseorang dapat kehilangan hak untuk menjalankan profesi atau jabatannya. Pernyataan pailit demi hukum hanya mengakibatkan debitur kehilangan haknya untuk berbuat bebas dan mengurus harta kekayaannya saja, yang meliputi seluruh kekayaan yang ada pada saat pernyataan pailit diucapkan atau yang diperoleh selama kepailitan, akan tetapi tidak kehilangan hak untuk tindakan hukum lain seperti dalam hukum keluarga, ia tetap cakap menurut hukum, seperti untuk mengajukan gugatan cerai, termasuk untuk tetap bekerja dan menjalankan profesinya atau jabatannya. Kata kunci: Pemberhentian Notaris dengan Tidak Hormat, Dinyatakan Pailit.

Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: kphuk
Date Deposited: 14 Mar 2017 05:29
Last Modified: 14 Mar 2017 05:29
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/559

Actions (login required)

View Item View Item