TINJAUAN YURIDIS AGREEMENT ON AGRICULTURE DALAM KERANGKA ASEAN-CHINA FREE TRADE AREA TERHADAP KEBIJAKAN PERTANIAN DI INDONESIA

Kurnia Putra, Akbar (2017) TINJAUAN YURIDIS AGREEMENT ON AGRICULTURE DALAM KERANGKA ASEAN-CHINA FREE TRADE AREA TERHADAP KEBIJAKAN PERTANIAN DI INDONESIA. FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS JAMBI. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
3. AKbar Kurnia.pdf

Download (117kB) | Preview

Abstract

A B S T R A K Bentuk penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute Approach). Bahan hukum yang dipergunakan adalah bahan hukum primer berupa berbagai peraturan perundang-undangan yang terkait dengan masalah yang diteliti, bahan hukum sekunder berupa buku/literatur dan jurnal serta bahan hukum tersier berupa kamus umum bibliografi, buku pegangan, ensiklopedi, terbitan pemerintah yang dapat memberikan penjelasan terhadap berbagai istilah, konsep dan pengertian di dalam bahan hukum lain. Bahan-bahan hukum dikumpulkan melalui library dan documentary research dan dianalisis melalui pendekatan kualititaif, yakni analisis data secara mendalam, komprehensif dan holistic untuk memperoleh kesimpulan terhadap masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan dari Framework Agreement AC-FTA adalah: (a) memperkuat dan meningkatkan kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi kedua pihak; (b) meliberalisasikan perdagangan barang, jasa dan investasi (c) mencari area baru dan mengembangkan kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan kedua pihak; (d) memfasilitasi integrasi ekonomi yang lebih efektif dengan negara anggota baru ASEAN dan menjembatani gap yang ada di kedua belah pihak. Selain itu, kedua pihak juga menyepakati untuk memperkuat dan meningkatkan kerjasama ekonomi melalui (a) penghapusan tarif dan hambatan non tarif dalam perdagangan barang; (b) liberalisasi secara progresif perdagangan jasa; (c) membangun rezim investasi yang kompetitif dan terbuka dalam kerangka ASEAN-China FTA. Dampak ACFTA bagi Indonesia khususnya dalam pertanian, dapat diklasifikasi menjadi dampak positif dan dampak negatif.Indonesia telah melakukan pengamanan pasar di dalam negeri dengan beberapa langkah.Yaitu, sistem peringatan dini dengan melakukan pengawasaan dan identifikasi terhadap barang impor; dan melakukan penyelidikan antidumping dan subsidi terhadap produk impor yang merugikan industry dalam negeri. Kata Kunci: WTO, AoA, ACFTA, CAFTA

Type: Article
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: kphuk
Date Deposited: 03 May 2017 04:16
Last Modified: 03 May 2017 04:16
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/598

Actions (login required)

View Item View Item