TAHAP-TAHAP DIVERSI TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA (ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM) DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI JAMBI

PURWASTUTI, LILIK (2017) TAHAP-TAHAP DIVERSI TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA (ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM) DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI JAMBI. FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS JAMBI. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
5. Lilik Purwastuti.pdf

Download (132kB) | Preview

Abstract

Abstrak Jouvenile Delinquency sebutan untuk tindak pidana yang dilakukan oleh anak. Batas minimal usia pertanggungjawaban pidana anak adalah 12 (dua belas) tahun dan batas maksimalnya belum mencapai 18 (delapan belas) tahun (Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012). Diversi dilakukan pada setiap tingkatan dalam proses peradilan pidana anak (Pasal 7 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012). Berdasarkan penetapan hakim No. 04/Pen.Pid.Sus-Anak/2015 PN.Jmb terhadap kasus penganiayaan yang dilakukan oleh MWP (belum 18 tahun) atas korban AR (15 tahun), penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 80 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 55 ayat a KUHP Jo Pasal 170 ayat 1 KUHP. Pada tahap penyidikan dan penuntutan upaya diversi tidak berhasil (tidak tercapai kesepakatan diversi). Tahap pemeriksaan di Pengadilan Negeri mencapai kesepakatan yang isinya kesepakatan secara damai dan kekeluargaan. Terdakwa meminta maaf terhadap pihak korban atas perbuatan yang dilakukannya, berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, dan berbakti kepada orang tua. Pihak korban menerima permintaan maaf terdakwa, tidak menuntut secara hukum, tidak menuntut kerugian secara materi, dan immateri. Kata Kunci : Anak, Pelaku Tindak Pidana, Tahap-Tahap Diversi

Type: Article
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education
Depositing User: kphuk
Date Deposited: 03 May 2017 04:17
Last Modified: 03 May 2017 04:17
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/618

Actions (login required)

View Item View Item