Pertanian Organik: Sistem Pertanian Berbasis Produktifitas dan Lingkungan Hidup

Zulkarnain, Zulkarnain (2005) Pertanian Organik: Sistem Pertanian Berbasis Produktifitas dan Lingkungan Hidup. In: SEMINAR NASIONAL DAN WORKSHOP ASOSIASI MIKORIZA INDONESIA (AMI) JAMBI, 9 – 10 Mei 2005, Jambi, Indonesia.

[img] Text
Makalah Asosiasi Mikoriza.pdf

Download (389kB)

Abstract

Kemajuan teknologi pertanian, yang berawal dari Revolusi Hijau, meskipun telah mampu meningkatkan produksi pangan yang patut dicatat sebagai suatu prestasi besar dalam sejarah pertanian dunia, namun dampak lingkungan yang ditimbulkannya juga tidak dapat diabaikan begitu saja. Mundurnya tingkat kesuburan tanah, baik secara fisik, kimia, maupun biologis, sebagai akibat dari penggunaan pupuk anorganik yang intensif dan berkepanjangan; dibarengi dengan terganggunya keseimbangan ekosistem hayati akibat penggunaan pestisida yang berlebihan, telah merubah wajah pertanian di berbagai belahan dunia. Perubahan yang nyata adalah terbentuknya lahan-lahan kritis dan marjinal disertai persoalan hama dan penyakit tanaman yang semakin tidak dapat diprediksikan kemunculannya. Selain itu, dampak dari sistem pertanian yang intensif terhadap kesehatan manusia merupakan masalah serius yang harus segera dicarikan jalan keluarnya. Memahami berbagai persoalan di atas, dewasa ini sistem pertanian di berbagai belahan dunia, terutama di negara-negara maju di mana masyarakatnya sangat menaruh perhatian pada aspek-aspek kesehatan dan kelestarian lingkungan hidup, mulai bergeser dari sistem berusaha tani anorganik ke sistem berusaha tani organik dengan memanfaatkan berbagai agen hayati penyubur tanah dan pengendali hama dan penyakit. Tulisan ini secara ringkas membahas aspekaspek pertanian organik yang meliputi penggunaan pupuk alamiah, yang meliputi pupuk hijau, pupuk kandang, kompos dan pupuk hayati. Selain itu, kehidupan mikrobiologi tanah juga diuraikan secara ringkas. Alternatif pemanfaatan pestisida alami sebagai pengganti pestisida sintetik juga diuraikan secara singkat. Terakhir, prospek aplikasi pertanian organik di Indonesia berikut kendala-kendala aplikasinya yang merupakan permasalahan yang perlu mendapat perhatian berbagai pihak, diuraikan sebagai pelengkap pada bagian akhir tulisan ini. Kesemuanya diharapkan dapat memberikan arah yang lebih baik dan lebih benar dalam menafsirkan makna Revolusi Hijau dan memahami pertanian organik sebagai “paradigma baru” dalam berusaha tani.

Type: Conference (Paper)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SB Plant culture
Depositing User: ZULKARNAIN
Date Deposited: 10 Dec 2018 01:18
Last Modified: 10 Dec 2018 01:18
URI: http://repository.unja.ac.id/id/eprint/6254

Actions (login required)

View Item View Item