HUBUNGAN ANTARA TERJADINYA KOMPLIKASI KRONIK MIKROANGIOPATI/MAKROANGIOPATI DENGAN LAMANYA MENDERITA DIABETIK SEJAK TERDIAGNOSA DIABETES MELLITUS DI RSUD RADEN MATTAHER 2018.

BERLIAN PANJI ARAS, RUDI (2018) HUBUNGAN ANTARA TERJADINYA KOMPLIKASI KRONIK MIKROANGIOPATI/MAKROANGIOPATI DENGAN LAMANYA MENDERITA DIABETIK SEJAK TERDIAGNOSA DIABETES MELLITUS DI RSUD RADEN MATTAHER 2018. S1 thesis, UNIVERSITAS UNJA.

[img] Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (107kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (113kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (101kB)
[img] Text
BABV.pdf

Download (188kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (209kB)
Official URL: https://repository.unja.ac.id/

Abstract

Salah satu di antara penyakit tidak menular yang terus meningkat jumlahnya adalah diabetes melitus (DM). Berbagai penelitian epidemiologi menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan angka insidensi dan prevalensi DM diberbagai dunia. Menurut World Health Organization (WHO), jumlah penderita DM di seluruh dunia pada tahun 2000 adalah 177 juta orang dan meningkat menjadi 194 juta orang pada tahun 2003. Selain itu, menurut International Diabetes Federation (IDF), jumlah penderita DM di seluruh dunia pada tahun 2010 adalah 285 juta orang. Angka ini meningkat menjadi 371 juta orang pada tahun 2012 dan meningkat menjadi 387 juta orang pada tahun 2014. Angka ini akan terus meningkat melampaui 600 juta orang pada tahun 2035. Jumlah penderita DM di Indonesia juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut WHO, jumlah penderita DM di Indonesia tahun 2000 adalah 8,4 juta orang. Jumlah ini meningkat menjadi 13,79 juta orang pada tahun 2003 dan pada tahun 2030 di perkirakan menjadi 21,3 juta orang. Senada dengan WHO, IDF pada tahun 2009 memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 7 juta orang pada tahun 2009 menjadi 12 juta orang pada tahun 2030. Prevalensi penyakit diabetes di provinsi Jambi berdasarkan wawancara yang terdiagnosis dokter dan gejala sebesar 1,1 persen. Prevalensi diabetes yang terdiagnosis dokter dan gejala, tertinggi terdapat di kota Sungai Penuh (2,2%), kota Jambi (2,0%) dan diikuti kabupaten Tebo (1,5%). Peningkatan insidensi diabetes mellitus yang eksponensial ini tentu akan diikuti oleh meningkatnya kemungkinan terjadinya komplikasi kronik diabetes melitus. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh yuhelma di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru tahun 2014 didapatkan data bahwa sebagian besar responden telah menderita komplikasi diabetes melitus selama 1-5 tahun yakni sebanyak 42 orang (58,3%). Hasil penelitian ini tidak sama dengan pernyataan Smaltzer dan Bare (2010) yang melakukan penelitian di Philadelphia, Amerika Serikat yang menyatakan bahwa komplikasi biasanya terjadi dalam kurun waktu 5- 10 tahun setelah diagnosis ditegakkan (Smeltzer & Bare, 2008). Menurut yuhelma banyaknya penderita DM yang sebelumnya tidak mengetahui dan tidak menyadari kalau dirinya menderita DM karena tanda dan gejala tidak dirasakan, akibat tingginya glukosa darah dalam waktu lama mempercepat terjadinya komplikasi sehingga banyak penderita DM mengalami komplikasi kurang dari 5 tahun.5 Sedangkan menurut laporan komplikasi umumnya timbul pada semua penderita baik dalam derajat ringan atau berat setelah penyakit berjalan 10-15 tahun. Berdasarkan latar belakang diatas yang terdapat perbedaan hasil tentang onset terjadinya komplikasi pada diabetes melitus maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Hubungan antara terjadinya komplikasi kronik mikroangiopati/makroangiopati dengan lamanya menderita diabetik sejak terdiagnosa diabetes melitus di rumah sakit raden mattaher tahun 2018

Type: Thesis (S1)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan > Kedokteran
Depositing User: Admin Pustaka
Date Deposited: 15 May 2020 14:01
Last Modified: 26 Oct 2020 03:01
URI: https://repository.unja.ac.id/id/eprint/11859

Actions (login required)

View Item View Item