Lestari, Puji (2021) GAMBARAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN PADA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD AHMAD RIPIN KABUPATEN MUARO JAMBI TAHUN 2021. S1 thesis, Ilmu kesehatan masyarakat.
![]() |
Text
SKRIPSI_PUJI LESTARI_G1D116025.pdf Restricted to Repository staff only Download (678kB) |
![]() |
Text
Dokumen.pdf Download (55kB) |
![]() |
Text
PERSTUJUAN DAN PENGESAHAN SKRIPSI.pdf Download (113kB) |
![]() |
Text
ABSTRAK-dikonversi.pdf Download (34kB) |
![]() |
Text
BAB I-dikonversi.pdf Download (184kB) |
![]() |
Text
BAB V-dikonversi.pdf Download (15kB) |
![]() |
Text
DAFTAR PUSTAKA-dikonversi.pdf Download (102kB) |
Abstract
Latar Belakang: Insiden keselamatan pasien yang paling banyak terjadi yaitu sebanyak 45 kasus kejadian dan termasuk sebagai kejadian tidak diharapkan di instalasi rawat inap RSUD Ahmad Ripin Kabupaten Muaro Jambi. Pelaporan kesalahan medis yang terjadi di RSUD Ahmad Ripin telah lama mengalami kekosongan dan system keselamatan pasien tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga mengakibatkan lemahnya budaya pelaporan insiden di RSUD tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran budaya keselamatan pasien pada perawat di RSUD Ahmad Ripin Kabupaten Muaro Jambi tahun 2021. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 65 orang perawat yang bertugas di instalasi rawat inap RSUD Ahmad Ripin Kabupaten Muaro Jambi. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total populasi dalam memilih sampel penelitian dikarenakan jumlah populasi kurang dari 100 responden. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober-November 2020, dengan menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner. Hasil: Berdasarkan hasil analisis univariat secara keseluruhan menunjukan bahwa perawat di instalasi rawat inap RSUD Ahmad Ripin Kabupaten Muaro Jambi memiliki tingkat keselamatan pasien yang cenderung tergolong membudaya lemah hingga sedang. suatu budaya keselamatan pasien dikatakan kuat apabila jumlah rata-rata responden yang memiliki respon positif berada pada persentase 75% atau lebih, dikatakan sedang apabila memiliki respon positif sebesar 50-75% dan dikatakan lemah apabila dimensi tersebut mendapatkan persentase kurang dari 50%. Kesimpulan: Sehubungan dengan hasil penelitian, tingkat budaya keselamatan pasien dengan budaya kuat terdiri dari 3 dimensi. Budaya keselamatan yang tergolong sedang terdiri dari 3 dimensi. Sedangkan untuk budaya keselamatan pasien yang tergolong lemah terdiri dari 6 dimensi budaya keselamatan pasien. Saran: Berdasarkan hasil dan kesimpulan dari penelitian ini maka disarankan bagi pihak RSUD Ahmad Ripin agar dapat mempertahankan, meneruskan, dan mengembangkan program-program keselamatan pasien yang telah berjalan serta memelihara budaya keselamatan pasien. Kata kunci: budaya keselamatan pasien, perawat, rumah sakit.
Actions (login required)
![]() |
View Item |