Penggunaan Feses Kerbau dan Sapi Sebagai Inokolum Pengganti Cairan Rumen Dalam Mendegradasi NDF, ADF Dan Hemiselulosa Pakan Ternak Secara Metoda In-Vitro.

Authors

  • Ayu Lestari Silaban Fakultas Peternakan
  • M Afdal Fakultas Peternakan Universitas Jambi
  • Darlis Darlis Fakultas Peternakan Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.22437/jiiip.v25i1.12681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan feses kerbau dan feses sapi sebagai inokulum dalam penggantian cairan rumen dalam mendegradasi Neutral detergent fibre (NDF), acid detergent fibre (ADF) dan hemiselulosa secara In vitro. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan.  Perlakuan adalah P0 = Cairan rumen (kontrol) , P1 = Cairan feses kerbau + Molases 5%, dan P2 = Cairan feses sapi + Molases 5%. Peubah yang diamati adalah degradasi Neutral Detergent Fiber (NDF), Acid Detergent Fiber (ADF) dan Hemiselulosa. Data diolah secara statistik dengan analisis ragam ANOVA (Analisi of Variance) dan jika terdapat pengaruh perlakuan yang nyata dilanjutkan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap degradasi NDF, ADF dan Hemiselulosa. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Penggunaan  inokulum feses kerbau belum mampu menyamai cairan rumen sebagai inokulum namun inokulum feses sapi dapat digunakan sebagai pengganti cairan rumen dalam mendegradasi NDF, ADF dan hemiselulosa karena terlihat bahwa perlakuan inokulum feses kerbau dan sapi lebih tinggi dibandingkan cairan rumen dalam mendegradasi NDF, ADF dan Hemiselulosa.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2022-06-29

Issue

Section

Articles