POLIMORFISME GEN HORMON PERTUMBUHAN (GH) PADA AYAM KAMPUNG DAN AYAM SUPER MENGGUNAKAN PCR-RFLP

Liana Pitri, Dwi Widya (3023) POLIMORFISME GEN HORMON PERTUMBUHAN (GH) PADA AYAM KAMPUNG DAN AYAM SUPER MENGGUNAKAN PCR-RFLP. S2 thesis, Universitas Jambi.

[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (240kB)
[img] Text
6. Bab 1.pdf

Download (225kB)
[img] Text
10. BAB 5.pdf

Download (112kB)
[img] Text
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (166kB)
[img] Text
3.Lembar Pengesahan.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Thesis An. Dwi Widya Liana P.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)
[img] Text
Thesis An. Dwi Widya Liana P_compressed.pdf

Download (2MB)
Official URL: https://repository.unja.ac.id

Abstract

Ayam Kampung dan ayam Super adalah ayam lokal yang potensial untuk dikembangkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan ayam lokal adalah melalui identifikasi terhadap sifat-sifat yang bernilai ekonomis atau yang sering disebut karakteristik kuantitatif seperti bobot badan, pertambahan bobot badan dan ukuran-ukuran tubuh. Adanya kemajuan dibidang bioteknologi molekuler karakterisasi dapat dilakukan terhadap gen strukturalnya, salah satunya adalah gen hormon pertumbuhan (GH). Gen hormon pertumbuhan merupakan salah satu kandidat gen yang diduga memiliki hubungan yang erat dengan produktivitas ternak. Metode yang dapat digunakan untuk mengetahui keragaman gen hormon pertumbuhan (GH) adalah metode PCR-RFLP. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui karakteristik kuantitatif (bobot badan, pertambahan bobot badan dan ukuran-ukuran tubuh. 2) mengetahui keragaman gen hormon pertumbuhan dan asosiasinya terhadap bobot badan, pertambahan bobot badan dan ukuran-ukuran tubuh ayam Kampung dan ayam Super. Penelitian ini dilakukan di lapangan dan Laboratorium, penelitian dilapangan meliputi pengambilan data bobot badan, pertambahan bobot badan, ukuran-ukuran tubuh dan sampel darah. Materi yang digunakan 96 ekor ayam Kampung dan Super serta sampel darah masing-masing 96 sampel. Analisis data yang digunakan meliputi Uji t untuk menganalisis perbedaan bobot badan, pertambahan bobot badan antar umur dan galur, ukuran-ukuran tubuh, dan untuk mengetahui asosiasi gen hormon pertumbuhan (GH) dengan bobot badan, pertambahan bobot badan dan ukuran-ukuran tubuh ayam Kampung dan Super. Analisis T2-hotelling digunakan untuk membandingkan vektor nilai rata-rata ukuran tubuh ayam Kampung dan ayam Super. Penentu ukuran dan bentuk tubuh ayam Kampung dan ayam Super dianalisis menggunakan Analisis Komponen Utama (AKU). Analisis data molekuler meliputi frekuensi genotip dan alel, keseimbangan Hardy-Weinberg, heterozigositas dan Polymorphic Information Content (PIC). Hasil penelitian menunjukan bahwa bobot badan, pertambahan bobot badan dan ukuran-ukuran tubuh ayam Super berbeda nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan ayam Kampung. Pertambahan bobot badan yang tertinggi pada ayam Kampung dan Super pada saat berumur 2-3 bulan. Ukuran-ukuran tubuh ayam Super lebih tinggi dibandingkan ayam Kampung. Analisis gen hormon pertumbuhan (GH) menghasilkan tiga genotip pada ayam Kampung yaitu genotip +/+ (0,28), +/- (0,51) dan -/- (0,21) sedangkan pada ayam Super yaitu +/+ (0,27), +/- (0,50) dan -/- (0,23). Diperoleh dua alel pada kedua ayam yaitu alel (+) 54% dan alel (–) 46% pada ayam Kampung serta alel (+) 52% dan alel (-) 48% pada ayam Super. Populasi ayam Kampung dan Super berada dalam keseimbangan Hardy-Weinberg X2 > Xtabel (6,63). Heterozigositas pada populasi ayam Kampung dan Super menunjukan tingkat keragaman yang tidak terlalu tinggi dengan nilai H0 (0,20) < He (0,50) pada ayam Kampung dan nilai H0 (0,23) < He (0,50) pada ayam Super. Nilai PIC yang didapatkan yaitu 0,43 (ayam Kampung) dan 0,43 (ayam Super) termasuk dalam kategori sedang yang mengartikan nilai tersebut cukup informatif sebagai penciri untuk fragmen gen hormon pertumbuhan (GH). Bobot badan, pertambahan bobot badan dan lingkar dada gen hormon pertumbuhan (GH) ayam Kampung dan Super bergenotip (+/+) berbeda nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan genotip (+/-) dan (-/-). Kesimpulan: Bobot badan, pertambahan bobot badan dan ukuran-ukuran tubuh ayam Super lebih tinggi dibandingkan ayam Kampung. Pertambahan bobot badan tertinggi pada kedua ayam yaitu pada umur 2-3 bulan. Penentu ukuran pada ayam Kampung dan Super yaitu lingkar dada dan penentu bentuk pada ayam Kampung adalah lingkar shank sedangkan pada ayam Super adalah panjang tubuh atas. Gen hormon pertumbuhan (GH) ayam Kampung dan Super bersifat polimorfik serta memiliki asosiasi dengan bobot badan, pertambahan bobot badan dan lingkar dada dengan genotip terbaik yaitu genotip (+/+). Kata Kunci : Ayam Kampung, Ayam Super, Gen hormon pertumbuhan (GH)

Type: Thesis (S2)
Uncontrolled Keywords: Ayam Kampung, Ayam Super, Gen hormon pertumbuhan (GH)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Pascasarjana > Ilmu Peternakan
Depositing User: Pitrie
Date Deposited: 24 Jul 2023 06:54
Last Modified: 24 Jul 2023 06:54
URI: https://repository.unja.ac.id/id/eprint/54289

Actions (login required)

View Item View Item