PELAKSANAAN PEMBINAAN TERHADAP NARAPIDANA LANSIA DI WILAYAH HUKUM LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A JAMBI

Anggraini, Novita (2024) PELAKSANAAN PEMBINAAN TERHADAP NARAPIDANA LANSIA DI WILAYAH HUKUM LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A JAMBI. S1 thesis, Hukum Pidana.

[img] Text
Skripsi Full Teks.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
cover.pdf

Download (52kB)
[img] Text
Lembar Persetujuan dan pengesahan.pdf

Download (1MB)
[img] Text
abstrak.pdf

Download (34kB)
[img] Text
Bab I.pdf

Download (281kB)
[img] Text
Bab IV.pdf

Download (32kB)
[img] Text
daftar pustaka.pdf

Download (146kB)

Abstract

Lembaga pemasyarakatan atau Lapas adalah tempat untuk melakukan fungsi pembinaan terhadap narapidana yang bertujuan mampu memberikan kehidupan yang lebih baik, hal ini sejalan dengan sistem pemasyarakatan. Pengaturan mengenai pembinaan yang diberikan kepada narapidana telah di atur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang pemasyarakatan. Narapidana yang terdapat dalam lapas sangat bervariatif salah satunya adalah narapidana lanjut usia. Lansia merupakan seseorang yang telah berumur 60 tahun. Dalam melakukan pembinaan terhadap narapidana lansia di butuhkan pembinaan dan pengarahan yang lebih khusus. Dari penelitian ini permasalahan yang di ambil adalah 1. Bagaimana implementasi pembinaan terhadap narapidana lansia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Jambi, 2. Apa saja yang menjadi kendala yang meng-hambat implementasi pembinaan terhadap narapidana lansia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Jambi. penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa pembinaan yang diberikan terhadap narapidana lanjut usia belum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Narapidana lansia hanya di wajibkan untuk mengikuti program pembinaan kepribadian saja sedangkan untuk program kemandiriran tidak di wajibkan sehingga banyak dari narapidana lansia tidak mengikuti pembinaan tersebut. Hal ini tentunya belum memenuhi tujuan dari pembinaan. Dan kendala yang menghambat pembinaan yaitu kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang pembinaan, kurangnya SDM Petugas Lapas dikarenakan banyaknya narapidana melebihi kapasitas sehingga perlu ditingkatkan lagi, dan kondisi fisik dan umur yang menjadi acuan dalam memberikan program kemandirian. Saran yang diberikan yaitu kepada Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A yaitu untuk pengoptimalkan proses pembinaan perlunya sarana dan prasarana yang menunjang keberhasilan pembinaan. Kata kunci : Lembaga pemasyarakatan, Pembinaan, Narapidana Lanjut usia.

Type: Thesis (S1)
Subjects: K Law > K Law (General)
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: ANGGRAINI
Date Deposited: 08 May 2024 02:09
Last Modified: 04 Jul 2024 06:55
URI: https://repository.unja.ac.id/id/eprint/63356

Actions (login required)

View Item View Item