IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TRADISI LISAN PELABE MASYARAKAT RANTAU PANDAN DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI SMA NEGERI 8 BUNGO

Nurhelmi, Nurhelmi IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TRADISI LISAN PELABE MASYARAKAT RANTAU PANDAN DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI SMA NEGERI 8 BUNGO. jurnal IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TRADISI LISAN PELABE MASYARAKAT RANTAU PANDAN DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI SMA NEGERI 8 BUNGO.

[img] Text
COVER.docx

Download (384kB)
[img] Text
pengesahan.pdf

Download (178kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (96kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (477kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (159kB)

Abstract

ABSTRAK Nurhelmi, 2019, Implementasi Nilai-nilai Tradisi Lisan Pelabe Masyarakat Rantau Pandan dalam Pembelajaran Sejarah Lokal di SMA Negeri 8 Bungo. Skripsi Pendidikan Sejarah, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, FKIP, Universitas Jambi, Pembimbing : (1) Drs. Budi Purnomo, M.Hum, M.Pd. (2) Nelly Indrayani, M.Hum, S.Hum Kata Kunci : Tradisi Lisan pelabe, Sejarah lokal. Rantau pandan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo. Desa tersebut memiliki tradisi lisan yang di kenal dengan istilah Pelabe. Pelabe merupakan cerita rakyat yang di ceritakan yang secara turun-temurun dari orang tua zaman dahulu sampai sekarang ini. Pelabe bisa dimasukan dalam pembelajaran sejarah lokal. dijaga dan dilestarikan agar bisa dijadikan alat pendidikan dan pembelajaran. Hal ini agar peserta didik tidak lupa dengan sejarah lokal yang ada di Daerahnya sendiri, sebab kemajuan IPTEK mengakibatkan masyarakat generasi sekarang kurang memberikan perhatian dan memahami makna yang terkandung di dalam tradisi lisan pelabe. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang terdapat dalam tradisi lisan pelabe masyarakat Rantau Pandan dan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai tradisi lisan pelabe masyarakat Rantau Pandan dalam pembelajaran sejarah lokal di SMA Negeri 8 Bungo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dan sumber data diperoleh dari informan tempat aktivitas. Subjek penelitian ini adalah masyarakat, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk menguji validitas data digunakan triangulasi sumber. Kemudian dalam teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian Pelabe merupakan cerita rakyat masyarakat Rantau Pandan yang diceritakan secara turun temurun yang di sampaikan secara lisan dan masih berkembang sampai saat ini. Pelabe memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya seperti nilai bertanggung jawab, kekeluargaan, nilai pemberani, nilai rasa malu, nilai pantang menyerah, dan nilai tolong menolong . Oleh sebab pelabe masyarakat Rantau Pandan cocok dimasukan didalam pembelajaran sejarah lokal di SMA Negeri 8 Bungo pada materi “Kelebihan dan kekurangan berbagai bentuk/jenis sumber sejarah (artefak, fosil, tekstual, nontekstual, kebendaan, visual, audiovisual, tradisi lisan)”. Materi tersebut terdapat dalam kurikulum 2013 dengan kompetensi dasar (KD) 3.6 Mengevaluasi kelebihan dan kekurangan berbagai bentuk/jenis sumber sejarah (artefak, fosil, tekstual, nontekstual, kebendaan, visual, audiovisual, tradisi lisan). Selanjutnya kompetensi dasar. Dengan demikian dapat disimpulkan didalam tradisi lisan pelabe masyarakat Rantau Pandan terdapat nilai-nilai pendidikan dan cocok dimasukan di dalam pembelajaran sejarah lokal di SMA Negeri 8 Bungo.

Type: Article
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
L Education > L Education (General)
Depositing User: NURHELMI
Date Deposited: 15 Jul 2019 06:55
Last Modified: 15 Jul 2019 06:55
URI: https://repository.unja.ac.id/id/eprint/8409

Actions (login required)

View Item View Item