Efektivitas Implementasi Program Optimalisasi Inseminasi Buatan (IB) Untuk Mendukung Program Swasembada Daging Di Kabupaten Tebo

Musnandar, Endri and Rosadi, Bayu and Firmansyah, Firmansyah (2017) Efektivitas Implementasi Program Optimalisasi Inseminasi Buatan (IB) Untuk Mendukung Program Swasembada Daging Di Kabupaten Tebo. Prosiding Semirata Dekan Pertanian BKS-PTN wilayah Barat tahun 2017. ISSN 978-602-50885-0-6

[img] Text
BKS PTN lengkap.pdf

Download (3MB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengklasifikasikan efektivitas implementasi program optimalisasi IB berdasarkan jenjang pemerintah dan administrasi, faktor yang mempengaruhinya berupa komunikasi, sumberdaya, disposisi dan birokrasi. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik penarikan sampel adalah Simple Random Sampling terhadap peternak yang melaksanakan program IB. Pengukuran variabel penelitian mengunakan kuesioner Scala Likert’s Summated Rating’s. Instrumen penelitian diuji dengan uji validitas dan reabilitas. Data ordinal yang diperoleh ditranformasikan kedalam data interval menggunakan metode Successive interval. Level efektivitas program optimalisasi implementasi IB berdasarkan jenjang pemerintahan dan administrasi diketahui melalui pengkelasan. Analisis Jalur digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh komunikasi, sumberdaya, disposisi dan birokrasi terhadap efektivitas implementasi program optimalisasi IB berdasarkan jenjang pemerintah dan administrasi. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas implementasi program optimalisasi IB berdasarkan jenjang pemerintah dan administrasi untuk mendukung program swasembada daging di Kabupaten Tebo adalah nilai 78,07 (kelas B). Untuk masing-masing aspek efektivitas implementasi program optimalisasi IB adalah aspek komunikasi (80,21), aspek sumberdaya (66,96), aspek disposisi (83,07), maupun aspek struktur birokrasi (82,03), maka berdasarkan aspek implementasi, aspek sumberdaya adalah terendah dan tertinggi adalah aspek disposisi. Faktor komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi secara simultan maupun parsial berpengaruh terhadap efektivitas implementasi program optimalisasi IB di Kabupaten Tebo. Faktor sumberdaya memberi pengaruh paling besar (41,30 %), diikuti oleh faktor struktur birokrasi (27,09 %), faktor disposisi ( 16,37 %) dan terakhir adalah faktor komunikasi (10,23 %).

Type: Article
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Depositing User: BAYU ROSADI
Date Deposited: 23 Sep 2019 02:41
Last Modified: 23 Sep 2019 02:41
URI: https://repository.unja.ac.id/id/eprint/9181

Actions (login required)

View Item View Item