Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 6 Merlung Tanjung Jabung Barat Jambi

Astiyani, Weni (2019) Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 6 Merlung Tanjung Jabung Barat Jambi. Bimbingan dan Konseling, 70 (70). pp. 1-70. ISSN 1-70

[img] Text
DAFTAR-ISI-Tabel-Lampiran.pdf

Download (97kB)
[img] Text
COVER.pdf

Download (19kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (117kB)
[img] Text
BAB 5.pdf

Download (91kB)
Official URL: https://repository.unja.ac.id/

Abstract

ABSTRAK Kurangnya kemampuan siswa dalam hal menerima pelajaran mengakibatkan siswa tidak dapat mencapai hasil yang telah ditentukan dalam pencapaian kelulusan nilai serta mangakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan belajar pada siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor yang menjadi penyebabnya. Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dimana anak didik tidak dapat belajar secara wajar, disebabkan adanya ancaman, hambatan ataupun gangguan. Faktor penyebab kesulitan belajar merupakan bentuk atau hal yang dapat mendorong atau menjadikan anak mengalami kesulitan belajar. Pada penelitian ini, faktor penyebab kesulitan belajar dilihat dari faktor internal dan faktor eksternal yang diungkapkan oleh Muhibbin Syah. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif, data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan presentase. Jumlah sampel yang digunakan yaitu sebanyak 32 orang dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar didapatkan data pada faktor internal yang menjadi penyebab kesulitan belajar terbesar terletak pada faktor yang bersifat kognitif dengan rata-rata skor sebesar 17,33 atau 54,17% dengan kategori berada pada tingkatan SEDANG, kemudian dengan aspek afektif dengan rata-rata sebesar 12,75 atau 39,84% berada pada tingkatan RENDAH dan aspek psikomotor sebesar 10,75 atau 33,59% berada pada tingkatan RENDAH. Pada faktor eksternal, penyebab kesulitan belajar terbesar terletak pada kondisi keluarga dengan bobot skor rata-rata sebesar 12,57 atau 39,29% pada tingkatan RENDAH, sedangkan kondisi sekolah dengan rata-rata sebesar 9,00 atau 28,13% pada tingkatan RENDAH dan kondisi masyarakat dengan rata-rata sebesar 9,00 atau 28,13% pada tingkatan RENDAH. Berdasarkan penelitian diharapkan kepada pihak sekolah untuk merekrut guru BK sesuai dengan kebutuhan untuk dapat meningkatkan kinerja dan peran guru BK disekolah. Dengan adanya guru BK disekolah diharapkan guru BK mampu menerapkan layanan pada BK yang berorientasi dalam penanganan masalah kesulitan belajar yang dialami oleh siswa, serta dapat mengembangkan potensi pada siswa disekolah.

Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Physics
Depositing User: WENI ASTIYANTI
Date Deposited: 23 Dec 2019 01:00
Last Modified: 23 Dec 2019 01:00
URI: https://repository.unja.ac.id/id/eprint/9999

Actions (login required)

View Item View Item